Taksi Selebriti

Quiz atau Gameshow di studio? itu mah biasa. Kalau sambil mobile alias sambil jalan? Emang ada? Ya…nama kuis itu adalah Taxi Celebrity, sebuah acara televisi berformat kuis dimana setting tempatnya bukan di studio tapi di dalam sebuah taxi. Taxi Celebrity saat ini dipandu oleh Ulfa Dwiyanti sebelumnya sama Farhan. Kuis yang kini diproduksi oleh Prime Media ini ditayangkan di ANTV setiap minggu pukul 18.00 wib

Pada episode yang dipandu Farhan taxi yang digunakan adalah Dian Taxi, nah kalau di episode yang dipandu Ulfa ini taxi yang digunakan memang Taxi Celebrity, nama taxi yang sama dengan nama acaranya.

Peserta kuis ini adalah penumpang taxi yang beruntung menggunakan taxi. Aturan dalam kuis ini pun cukup simpel, pertanyaan diajukan dengan empat babak, babak pertama peserta akan mendapatkan hadiah Rp.100.000 di babak kedua hadiah Rp.250.000 di babak tiga mendapat Rp.500.000 dan di babak terakhir mendapat hadiah Rp.1juta.

Mengingatkan pada sebuah kuis yang pernah dipandu Tantowi Yahya, selama kuis berlangsung peserta kuis ini diperbolehkan bertanya kepada orang yang dia kenal via handphone mengenai jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan presenter, juga dapat bertanya kepada orang-orang di jalan.

Konsentrasi penuh! itu kunci utama yang harus dilakukan Ulfa sebagai pembawa acara ini. Mengendarai taxi,memandu kuis, dan mendengarkan “guiding” dari sang sutradara via wireless earphone. Oh….ternyata ada sutradaranya juga ya? La iya lah…masa la iya sich..daripada la iya dong….hehehe… Yup, sutradara atau pengarah acara bahkan punya peranan yang sangat penting agar kuis ini bisa berjalan lancar. Dalam sebuah desain produksi, pengarah acara dibantu oleh penata kamera dalam menempatkan kamera atau camera blocking. Satu kamera untuk presenter, dan tiga buah kamera untuk peserta ditambah satu kamera dari kendaraan lain yang dipersiapkan untuk mengantisipasi “orang yang berada di pinggir jalan” jika sewaktu-waktu diminta bantuan peserta kuis, selain itu kamera ini juga berfungsi sebagai point of view. Point of view siapa? Tentu saja point of view penumpang taksi (prsenter & peserta kuis). Jadi ada floorplan segala dong ya? Yeah betul banget. Dengan floorplan misalnya sudah bisa diprediksi bagaimana screen directionnya. Agar screen direction bener gak terlalu sulit, buat aja metode cross shot. Kamera di sebelah kanan diarahkan ke peserta yang duduk di sebelah kiri dan kamera yg di sebelah kiri diarahkan ke peserta yang duduk di kanan.

Perencanaan yang matang tentu saja segala-galanya dalam mendesain sebuah acara televisi, pun itu yang terlihat dari acara berdurasi setengah jam termasuk commercial break ini.

Hemmm…saya sendiri sich “cuma” terlibat di supervisi editing untuk acara ini. Tapi,….kenapa tau cara membuatnya. Pernah denger istilah “editor is a scond director” ? ya…editor itu sutradara ke dua. Dengan melihat footage/rushes/mastershot/bahan mentah suatu produksi, biasanya editor bisa “membayangkan” seperti apa shot-shot itu dibuat. Makanya beberapa sutradara yang berlatar belakang editor biasanya berfikiran fragmatis. Fragmatism’s director…..halahhh…istilah yang aneh.

0 Responses to “Taksi Selebriti”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: